Kamis, 20 Juli 2017

Informasi Tentang Tuberous Sclerosis

Tuberous Sclerosis adalah penyakit genetik langka yang bisa menyebabkan tumbuhnya tumor jinak di banyak bagian tubuh. Meskipun tudak bersifat ganas tumor-tumor tersebut bisa menyebabkan gangguan kesehatan, tergantung di bagian tubuh mana tumor-tumot tersebut tumbuh. Tumor pada TSC dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, namun paling serinh dijumpai di ginjal, jantung, paru-paru, otak dan kulit.Tuberous Sclerosis di sebabkan oleh mutasi pada gen yang berfungsi mengatur pertumbuhan sel. Hal ini menyebabkan sel-sel tumbuh dengan cepat dan tidak bisa juga genetik ini kepada anak mereka. Pengobatn yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi keluhan serta komplikasi yang muncul.

Gejala tuberous sclerosis
Gejala- gejala Tuberous Sclerosis sangat bervariasi, tergantung dari lokasi dan tingkat keparahannya. Berikut adalah beberapa gejala yang sering ditemukan, diantaranya :
  • Kelainan pada ginjal. Kebanyakan TSC memiliki tumor diginjal tumor tersebut dapat menganggu fungsi ginjal.
  • Kejang. Ini bisa menjadi gejala awal apabila tumor terdapat di otak.
  • Kelainan pada jantung.
  • Kelainan pada paru-paru. Gangguan ini bisa menyebabkan batuk dan napas memendek, terutama saat melakukan aktivitas atau berolahraga.
  • Kelainan pada kulit.
  • Kelainan pada mata. Munculnya bercak putih pada retina yang tidak selalu menimbulkan gangguan penglihatan.
  • Masalah prilaku. Beberapa prilaku yang dapat terjadi pada pasien TCS adalah, adalah hiperaktif, perilaku agresif, mengamuk tiba-tiba, perilaku berulang, dan menghindari interaksi sosial. 
  • Masalah komunikasi dan interaksi sosial. Gangguan ini dapat muncul dalam bentuk autisme, dimana terdapat juga kelainan pada prilaku.
  • Hambatan perkembangan. TCS bisa menyebabkan kesulitan belajar, keterlambatan dalam perkembangan, dan retardasi mental.
Penyebab Tuberous Sclerosis
Tuberous Sclerosis disebabkan oleh mutasi gen TSC1 atau TSC2, dalam kondisi normal gen ini berperan mengendalikan pertumbuhan sel. Mutasi pada salah satu gentersebut bisa menyebabkan pembelahan sel yang berlebihan, sehingga tumbuh tumor di banyak bagian tubuh. Seperti kasus TCS adalah keturunan, dan sisinya merupakan mutasi genetik uang didapat setelah lahir.

Diagnosis Tuberous Sclerosis
Cukup sulit untuk mendiagnosa TSC karena sangat bervariasinya gejala yang muncul. Diagnosa dapat dibuat berdasarkan informasi mengenai gejala dan riwayat keluarga yang di dapat pada saat konsultasi, serta pemeriksaan fisik terhadap mata, kulit, fungsi neurologis dan organ dalam. Beberapa pemeriksaan berikut dapat juga dilakukan untuk menegaskan diagnosa:
  • CT scan. Dari pemeriksaan ini dapat ditemukan keberadaan tumor serta perubahan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan tumor tersebut.
  • MRI. Pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran organ dalam yang lebih detail.
  • Ekokardiogram. Merupakan pemeriksaan jantung dengan mengguanakan gelombang suara ultrasound.
  • Pemeriksaan genetik.  Pemeriksaan sampel darah pasien di laboratorium untuk melihat adanya kelainan genetik.
Pengobatan Tuberous Scleroris
Penanganan tergantung pada letak tumor dan keluhan yang dialami oleh penderita sebagai contoh, jika tumor terdapat ginjal dapat dilakukan pemutusan atau penghambatan aliran darah yang mensuplai tumor tersebut. Dapat dilakukan pengangkatan tumor melalui operasi.

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk mengatasi gejala dan atau bisa juga diberikan obat-obatan yang dapat menekan pertumbuhan tumor seperti everlimus untuk tumor TSC pada ginjal.
Terapi pendukung lainnya seperti terapi okupasi, terapi psikologis, dan terpi pendidikan diberikan untuk mengatasi gangguan perkembangan, mental, kognitif, dan sosial yang mungkin timbul pada kasus-kasus tumor TSC di otak.

Selasa, 20 Juni 2017

Tips Menurunkan Berat Badan Obesitas Secara Alami

Tips Menurunkan Berat Badan Obesitas Secara Alami | Mengingat bahaya obesitas yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, maka dari itu bagi anda yang sedang menderita obesitas sebaiknya langsung melakukan pencegahan sejak dini.



Selain dapat memicu berbagai adanya penyakit, tentunya obesitas sangat mengganggu aktivitas anda bukan, apalagi orang yang selalu beraktivitas diluar rumah. Mungkin akan sering mengalamii kesulitan. Dan pada sebagian orang yang terkena obesitas tentu ia tidak akan merasa percaya diri jika mereka bergabung dengan orang yang bertubuh normal.

Namun, anda tidak perlu khawatir tentang semua itu, kami akan memberikan Tips untuk anda agar tubuh anda kembali lagi menjadi bentuk tubuh yang normal. Bagaimana caranya? Caraya sangat mudah sekali, tetapi anda hanya perlu kesabaran untuk menunggu hasilnya yah. Dan kalian harus percaya bahwa Proses tidak akan menghianati Hasil. Baiklah langsung saja kita bahas beberapa Tips untuk menurunkan berat badan Obesitas Secara Alami dan Sehat tentunya.
  • Melakukan Diet Sehat
Cara ini memang banyak digunakan bagi orang yang ingin mengecilkan badannya. Namun anda jangan salah melakukan diet, jika anda ingin melakukan diet anda harus memilih cara diet sehat dengan cara mengonsumsi buah-buahan dan juga jenis makanan yang rendah akan lemak. Dan sebaiknya anda menjauhi makanan yang digoreng, karena makanan tersebut banyak mengandung lemak jahat yang tidak sehat bagi tubuh.
  • Olahraga Secara Teratur
Melakukan diet saja itu tidak cukup anda juga harus melakukan olahraga secara teratur. Agar kalori yang ada di dalam tubuh kita akan berkurang sehingga dapat mempercepat proses pelangsingan badan. Dan berolahragalah minimal 15-30 menit dalam satu hari, dan minimal empat kali dalam seminggu supaya hasilnya maksimal.
  • Banyak Minum Air  Putih dan Buah-buahan
Sebenarnya orang yang mengalami obesitas itu adalah orang yang kekurangan asupan air putih. Maka dari itu untuk mengendalikan berat badan anda kembali ke normal, anda sekarang harus bisa mengonsumsi air putih yang minimalnya 8 gelas setiap harinya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari dehidrasi dan membuat sistem metabolisme tetap lancar. Dan anda juga disarankan untuk bisa mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan serat dan vitamin dan air untuk melancarkan pencernaan akan menjadi perpaduan yang sangat baik.
  • Beristirahatlah Yang Cukup
Istirahat disini, adalah tidur. Pada dasarnya orang yang kurang tidur justru akan memicu terjadinya obesitas. Maka dari itu, lakukan hal ini sejak dini agar anda bisa mengontrol berat badan anda.
  • Hindari Stres
Biasanya orang yang sedang stres ia, suka melampiaskannya dengan mengonsumsi makanan secara tidak terkendali. Hal itulah yang nantinya akan berakibat pada naiknya berat badan yang bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
  • Hindari Minuman Bersoda
Minuman bersoda memang sangat segar jika dikonsumsi pada siang hari saat udara panas. Namun hal tersebut justru akan menggagalkan rencana anda dalam proses penurunan berat badan.
  • Kurangi Porsi Makan dan Makan Lebih Sering
Hal ini dilakukan agar tubuh dapat mengontrol jumlah lemak dan kalori yang masuk kita kita makan sesuatu.
  • Sering Mengonsumsi Jenis Rempah
Jenis rempah yang bisa anda gunakan untuk menurunkan berat badan anda seperti jahe, kunyit, ginseng, kayu manis, dan jintan yang dapat membantu melancarakan metabolisme tubuh anda.


Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dijjadikan referensi dalam Proses pelangsingan anda. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa

Gejala, Penyebab serta Komplikasi Akibat Varises

Gejala, Penyebab serta Komplikasi Akibat Varises - Selamat datang di halaman blog kami. Pada kesempatan ini, kami akan membahas artikel mengenai penyakit Varises. Untuk penjelasan serta informasi lebih lanjut mari kita simak artikel berikut.



Varises berasal dari bahasa latin yaitu "Varix" yang berarti memutar merupakan pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena yang sering terjadi di vena superfisial dan banyak terjadi di ekstremitas bawah dan biasanya terjadi pada kaki. Selain di kaki, varises juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan), kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual) dan lainnya.

Seseorang yang mengalami varises, pembuluh darah vena mereka, pembuluh darah vena akan dapat terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua yang bentuknya dapat menyerupai simpul atau tali berpilin. Yang dimana hal tersebut dapat mengganggu penampilan anda.

Varises ini dapat terjadi pada semua pembuluh vena pada tubuh, namun paling sering ditemui pada daerah kaki terutama betis karena adanya tekanan yang besar saat berdiri atau berjalan. Kasus ini pun lebih sering dialami oleh wanita dibanding pria. Pembuluh darah vena yang berada di kaki yaitu:
  • Vena superfisial, berada di bawah permukaan kulit.
  • Vena profunda, terletak pada bagian otot dalam sehingga tidak dapat terlihat.
  • Vena perforator, vena yang menghubungkan superfisial dengan vena dalam.
Penyebab Varises

Awal terjadinya varises diperkirakan karena adanya penumpukan darah dalam pembuluh vena yang terjadi akibat melemahnya atau terjadi kerusakan pada katup vena. Katup vena tersebut berfungsi sebagai pintu satu arah agar darah yang menyebabkan arus balik dan penumpukan darah yang nantinya bagian ini akan melebar dan menjadi lebih menonjol.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya varises, yaitu:
  • Umur, dimana varises lebih sering menyerang usia dewasa yang akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  • Kehamilan, karena rahim yang membesar dapat menyebabkan adanya tekanan ekstra pembuluh darah yang dapat menyebabkan aliran balik ke jantung terhambat.
  • Penderita obesitas.
  • Seseorang yang banyak berdiri.
Gejala Varises
  • Varises akan terasa sakit.
  • Menyebabkan kelelahan pada kaki.
  • Bagian bawah kaki dan pergelangan kaki akan terasa gatal.
  • Kemerahan atau ruam yang disebabkan oleh garukan yang gatal.
  • Rasa sakit akan semakin menjadi jika varises semakin berkembang.
  • Kaki terasa berdenyut, panas serta bengkak.
  • Kaki terasa berat dan tidak nyaman.
  • Kram pada otot kaki.
Komplikasi Varises
  • Pendarahan, ketika pembuluh darah vena yang terkena varises mengalami pecah.
  • Eksim varises, dimana kulit akan berwarna kemerahan, bersisik, hingga terkelupas. Dan bisa juga mengeras secara permanen.
  • Tromboflebitis, terjadinya penggumpalan darah dan peradangan pada pembuluh vena kecil yang terletak berdekatan dengan permukaan kulit.
  • Trombosis vena dalam yang hampir sama dengan Tromboflebitis.
  • Tukak atau luka terbuka.

Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan anda bisa lebih berhati-hati agar tidak terkena serangan Varises. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa.

Bahaya Obesitas Yang dapat Memicu Penyakit Kanker

Bahaya Obesitas Yang dapat Memicu Penyakit Kanker | Obesitas merupakan suatu kondisi seseorang dimana terjadinya penumpukan lemak yang sangat tinggi dan banyak sehingga dapat menyebabkan badan menjadi gemuk atau memiliki berat badan  diatas normal.



Obesitas ini selain dapat mengganggu penampilan anda juga sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat memicu terjadinya penyakit yang cukup serius seperti, stroke, jantung koroner, diabetes tipe 2, hipertensi kanker usus, dan kanker payudara.
Umumnya obesitas dapat dialami oleh semua orang yang tidak menjaga pola makannya serta tidak suka melakukan olahraga. Yang dimana biasanya diderita oleh orang yang bekerja di kantoran.
Jika anda ingin mengetahui, apakah anda termasuk ke dalam orang yang kurus, kegemukan atau Obesitas. Maka anda bisa melakukan penghitungan menurut BMI (Body Mass Index) dengan rumus perhitungan yaitu:


BMI = Berat Badan (kg)


        Tinggi (m) x tinggi (m)


Jika hasil perhitungan anda <25 maka anda normal, jika >25 maka dapat dikategorikan bahwa anda overweight, jika 30 atau lebih maka anda termasuk orang yang mengalami obesitas dan jika >40 maka itu obesitas serius.

Penyebab Obesitas sendiri adalah seringnya seseorang mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yang rutin, sehingga sisa energi dari hasil pembakaran kalori tersebut akan disimpan dan membuat tubuh terlihat membesar atau gemuk. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang untuk terkena obesitas yaitu:
  • Faktor keturunan atau genetik.
  • Efek samping dari obat-obatan seperti antilepsi, antidepresi, kortikosteroid dan diabetes.
  • Adanya komplikasi dari kondisi tertentu seperti (sindrom cushing dan hipotiroidisme).
Bahaya apa saja yang dapat terjadi karena Obesitas?
  • Menyebabkan kanker. Seperti kanker usus, kanker payudara, kanker ginjal, kanker prankeas, kanker kerongkongan, dan kanker kandung empedu.
  • Mengalami gangguan otak, seperti kecanduan makan, demensia, mengubah kerja sistem imun, merusak mermori.
  • Penyakit jantung, karena lemak berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung sehingga mengalami penyumbatan.
  • Diabetes tipe 2, karena insulin yang dihasilkan oleh prankeas terganggu oleh komplikasi obesitas sehingga tidak dapat berkerja maksimal untuuk membantu sel-sel yang menyerap glukosa. 
  • Hipertensi, kondisi ini akan terjadi karena seringnya mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat sehingga kolesterol dan lemak berlebih dapat memicu tersumbatnya pembuluh darah yang akan menyebabkan tekanan darah naik.
  • Osteoartritis atau radang sendi, dapat terjadi karena lemak terus tertimbun dalam tubuh yang bisa menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah.
  • Stroke, hal ini terjadi karena penderita obesitas cenderung memiliki hipertensi, kolesterol dan diabetes yang aka memicu terjadinya stroke.
  • Gangguan saluran pernafasan, dapat terjadi karena adanya penimbunan lemak berlebihan di bawah diafragma dan pada dinding dada sampai menekan paru-paru.
  • Gangguan kesuburan bagi wanita.
  • Mengalami depresi.

Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan mengenai Bahaya Obesitas. Semoga artikel ini bermanfaat dan anda bisa lebih menjaga makanan yang anda konsumsi agar terhindar dari Obesitas. Terima kasih atas kunjungan anda dan Salam Sehat!!!.